Mobil Ini Bikin Jokowi Terkesan: Konsumsi BBM 1:31, Emisi Rendah

Jakarta – Toyota Yaris Cross Hybrid bikin Presiden Joko Widodo terkesan. Mobil hybrid itu diklaim memiliki konsumsi BBM hemat yaitu tembus 1:31 km/liter.

Presiden Joko Widodo turut menghadiri pembukaan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat mampir di beberapa booth para Agen Pemegang Merek (APM) yang berlomba-lomba memamerkan mobil anyarnya.

Salah satunya booth yang dikunjungi mantan Gubernur DKI Jakarta adalah Toyota. Di booth Toyota, Jokowi rupanya dibuat terkesan dengan Yaris Cross Hybrid. Diceritakan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy, Jokowi mengapresiasi mobil hybrid yang turut berkontribusi terhadap emisi. Jokowi juga terkesan dengan Yaris Cross hybrid yang ramah lingkungan sekaligus konsumsi BBM-nya hemat.

“Tadi juga di depan Yaris Cross ngobrol melihat konsumsi bahan bakar 1:31, emisi 50 persen (lebih rendah) dibandingkan bensin, beliau impress, happy tadi sempat ngobrol mengenai insentif dan beliau meminta Pak Menko untuk mengkaji lebih lanjut,” tutur Anton ditemui di pameran IIMS 2024.

Terkait mobil hybrid, Toyota juga sempat meminta agar mobil hybrid mendapat insentif sebagaimana mobil listrik bertenaga baterai ke Jokowi. Seperti diketahui saat ini pemerintah memang telah memberikan insentif untuk mobil listrik murni. Insentif yang diberikan berupa PPN 10%. Dengan demikian, konsumen yang membeli mobil listrik hanya dikenakan PPN 1%. Hal itu rupanya berpengaruh ke harga jual kendaraan. Selain itu, mobil listrik murni juga bebas melintas di jalur ganjil genap Jakarta. Sederet keistimewaan itu dihadirkan agar masyarakat mau beralih menggunakan mobil listrik.

Di lain sisi, mobil hybrid juga turut berkontribusi dalam mengurangi karbon. Namun demikian tidak ada insentif yang diberikan pemerintah.

“Saya juga dengar rekaman suara Pak Airlangga mengkonfirmasi hal itu memang diminta untuk mengkaji bahwa apapun produknya apakah itu BEV, PHEV ataupun yang hybrid yang bisa berkontribusi terhadap emisi itu bisa mendapatkan insentif juga atau support dari pemerintah,” terang Anton.

Dari sisi penjualan, mobil hybrid lebih laris daripada mobil listrik. Padahal mobil hybrid diketahui tidak mendapat subsidi tambahan seperti mobil listrik dari pemerintah Indonesia. Misalnya mobil listrik yang sudah memiliki tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen diberikan insentif PPN sebesar 10 persen, sehingga konsumen hanya membayar PPN satu persen.

Pada tahun 2023, penjualan mobil listrik dan hybrid terpaut sangat jauh. Dari total pasar mobil penumpang, kendaraan hybrid mengeruk 5,4 persen pasar, sedangkan mobil listrik hanya 1,7 persen.

Baca artikel detikoto, “Mobil Ini Bikin Jokowi Terkesan: Konsumsi BBM 1:31, Emisi Rendah” selengkapnya¬†https://oto.detik.com/mobil/d-7198399/mobil-ini-bikin-jokowi-terkesan-konsumsi-bbm-1-31-emisi-rendah.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*